Biar Kukenalkan Kau Padanya

akkadimana:

Aku melampaui hari. Bergerak dari satu titik ke titik yang lain. Membentuk garis-tanpa disadari. Seolah bayangan-bayangan yang dulu terjadi berkelebat. Bukankah keadilan tidak selalu berada di depan mata?

Suatu ketika kita bertemu seperti biasa. Bicara beberapa hal, kemudian berlari, berteriak satu sama lain di jalan menuju rumah. Waktu itu dini hari. Sehingga takkan ada kendaraan yang melintas. Karena itulah, kita tak pernah berjalan di tepi. Garis putus-putus di tengah ini adalah jalur milik kita berdua. Kau dan aku.

Kukira takkan begini jadinya; matahari bergerak naik, tidak ada awan hari itu. Batas langit dan bumi bertemu pada cakrawala. Tuhan tidak pernah absen menutup hari. Aku menyadari bahwa kau tak ada disini. Ini memang bukan jalan kita. Tapi, bukankah keadilah tidak selalu berada di depan mata?

Semalam lagi-lagi aku sulit tidur. Terlalu banyak kau di kepalaku. Rupanya galau tak cuma istilah; ia nyata, dan cukup jadi pengganggu bagiku. Rasanya baru saja kemarin kita bertemu seperti biasa, bicara beberapa hal, kemudian berlari. Tapi kali ini bukan ke rumah; kita akan pergi ke tempat dimana batas langit dan bumi bertemu pada cakrawala.

Hari ini, satu Agustus, kita telah berjanji bertemu-seperti biasa. Jalan tempat kita berlari bersama dulu telah tiada. Para konraktor telah merubahnya menjadi apartemen dan mall besar. Tetapi kita tidak perlu itu semua untuk bercinta. Toh nyatanya keadilan memang tak pernah selalu berada di depan mata.

Hari ini, satu Agustus, matahari tak nampak; banyak awan dan warnanya kelabu. Seperti hari itu, rasanya senang sekali. Ini pertanda teman baikku akan turun. Teman setia yang akan mengetuk pintu rumahku bila kau tak datang di pertemuan kita.

Akan kubiarkan kau mengelus dadamu karena aku takkan datang di pertemuan kita berikutnya. Dan bukan, bukan karena balas dendam, tapi kuharap kau akan mengalami nasib yang sama denganku di pertemuan sebelumnya-ketika kau tak datang, ingat?-dan bertemu teman baikku. Dia akan mengetuk pintu rumahmu. Biar kukenalkan kau padanya; ia bernama hujan.

(Source: rifyalka)

Post Info
Notes: 4
  1. katakumi reblogged this from rifyalka
  2. melisabule reblogged this from rifyalka
  3. miaasirath reblogged this from rifyalka
  4. rifyalka posted this